Minggu, 26 Juni 2011

CONTOH TRANSKRIP MENGAJAR MIKRO- semua jurusan

CONTOH TRANSKRIP MENGAJAR MIKRO






Nama Calon: Simulasi : Pertama
Tanggal : Topik :IPS/Skala Kebutuhan

Calon melangkah ke kelas dengan tenang dan wajah cerah kemudian mengucapkan “Assalamu’alaikum”. Calon meletakkan tas, buku dan alat-alat di atas meja. Sambil menyapakan pandangan ke seluruh siswa. Calon melangkah mendatangi Siswa untuk menertibkan kelas, mengatur duduk anak-anak. Kemudian seorang anak disuruh membersihkan papan dan akhirnya membuka pelajaran.



Calon guru : Anak-anak sekalian, pada pertemuan kita yang lalu, kita telah membicarakan pengertian konsumsi. Sekarang mari kita lanjutkan ke topik baru yaitu skala kebutuhan (Calon menuliskan judul dipapan).


Calon guru : Skala kebutuhan ialah jenis dan tingkat kebutuhan hidup. Kebutuhan seseorang biasanya didasarkan atas kebutuhan dirinya yang dianggap Primer (Calon menuliskan kata “Primer” di papan, kemudian menjelaskan pengertiannya serta contoh-contohnya. Penjelasan diiringi dengan isyarat, anggukan kepala dan gerak tangan). Kemudian menyusul kebutuhan lainnya yang bersifat pelengkap dari kebutuhan Primer tersebut. Kebutuhan pelengkap itu disebut dengan kebutuhan Sekunder. (calon menuliskan kata “Sekunder” di papan dan penjelasan pengertiannya disertai dengan contoh-contohnya). Nah Ibu baru bertanya, kebutuhan apa yang termasuk kebutuhan Primer itu? Coba kamu Ihsan (Calon menunjuk anak yang bernama Ihsan, Calon melangkah menuju anak tersebut dan ketika jail mulai menjawab, Calon bergerak menjauhi anak itu).


Ihsan : Kebutuhan makanan Buuu’

Calon guru : Bagus, apa yang lainnya Anita ?

Anita : Nonton TV bu…..! (Anak lain tertawa)

Calon guru : (Mengerut dahi) betul begitu Anita? Nah, siapa yang bias menjawab lebih tepat?


Taher : Saya bu’, kebutuhan rumah Bu’ !

Calon guru : Bagus, Nah anak-anak, contoh-contoh itulah yang disebut dengan kebutuhan Primer. Sedangkan kebutuhan pelengkap atau sekunder, ialah kebutuhan yang sekalipun tidak tersedia, manusia masih tetap bertahan hidup. Contohnya seperti yang di sebut anita tadi (sambil menerangkan calon bergerak perlahan-lahan, tidak lupa menggunakan isyarat tangan dan merubah-rubah paras wajah).

Calon guru : Sekarang mari Ibu teruskan. Skala kebutuhan itu dapat diattikan sebagai susunan tingkat kebutuhan seseorang atau keluarga untuk jangka waktu tertentu yang akan di penuhi dari penghasilan yang diperoleh dalam jangka waktu tertentu pula. Nah, mari kita catat sebentar ( Calon menuliskan definisi dan menjelaskan skala kebutuhan). Anak-anak coba kamu catat di bukumu.



Calon guru : (Calon bergerak perlahan-lahan mengamati siswa yang sedang mencatat). Nah Anak-anak, perhatikan ke papan semua (mengambil petunjuk lalu mulai menjelaskan ).


Calon guru : Siswa sekalian, Sebagaimana semua kalian telah mengetahui bahwa penghasilan tiap keluarga tentu tidak sama. Maka denagn demikian kebutuhannya pun akan berbeda. Jika skala kebutuhan itu terganggu sekali kepada jenis Garapan atau bidang pencaharian hidup yang menjadi sumber nafkah mereka (pada saat menjelaskan Calon meninggikan suara dan mengalunkan irama sehingga penjelasan menjadi hidup ). Coba kalian buka halaman 21 dan perhatikan contoh-contoh jenis mata pencaharian hidup warga masyarakat. Coba kamu Ferissa, pernah kamu amati orang kerja di bengkel?
Ferissa : Pernah Bu, di samping rumah ada bengkel Honda !


Calon guru : Yaa, pengusaha bengkel mendapatkan penghasilannya buat memenuhi kebutuhan hidupnya yaitu dari membetulkan kendaraan orang yang rusak. Itu di sebut menjadi jasa. Nah, Apalagi jenis lain?


Angel : Tani Bu !


Calon guru : Betul, seorang pekerja Bengkel (Calon menuliskan “Pengusaha Bengkel” di papan ). Akan lebih baik menitik beratkan skala kebutuhannya kepada penyediaan alat-alat bengkelnya guna dipakai sebagai alat untuk bekerja. Sehingga usahanya menjadi lancar dan penghasilannya meningkat. Demikian juga seorang petani (calon menuliskan “Petani” di papan ). Akan menyisihkan penghasilannya bagi kebutuhan pokok hidup keluarganya setiap bulan, baru kemudian menyisihkan sisa gaji tersebut bagi kebutuhan yang lain atau di sebut “Kebutuhan Sekunder” (selanjutnya calon menjelaskan dengan menyebut contoh-contoh lainnya yaitu: Nelayan, Peternak, Tukang Perabot, Pemilik Toko, Tukang Becak, Buruh Bangunan, Tukang Pangkas, Binatu, Usaha Fotocopy dan Sebagainya).


Calon guru : Nah semua sudah faham? Siapa yang belum mengerti Ibu persilahkan kalau ingin bertanya.


Calon guru : Kalau begitu coba kamu fikirkan bagaimana orang-orang ini mengatur skala kebutuhannya . (Calon menuliskan di papan : Pelajar, Posisi, Sopir, Pedagang) Pertama-tama ibu ingin si Albert menjelaskan. Bagaimana posisi mengatur skala kebutuhannya Albert?


Albert : Sama dengan Pegawai Negeri bu, karena mereka tidak memiliki alat Produksi seperti halnya pengusaha Bengkel.


Calon guru : (Mengangguk-angguk) Bagus (mengacungkan jempol ). Nah kamu Sofia, bagaimana kalau seorang pedagang?


Sofia : (Tidak menjawab, menunduk).


Calon guru: (Mengerutkan kening). Baiklah nanti kamu pelajari ya Sofia?. Sekarang Ibu coba si Afkar. Bagaimana pedagang mengatur skala kebutuhannya?


Afkar : Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan seorang petani, Bu. Pedagang akan berusaha mengembangkan barang dagangnya serta memperluas tokonya. Di samping itu, ia selalu meningkatkan pelayanan agar pelanggannya selalu betah dan puas berbelanja di tokonya.


Calon guru : Tepat sekali (Calon tersenyum cerah dan mengangguk-angguk ).



Calon guru : Nah, Coba catat di buku masing-masing . (setelah mencatat, calon menegaskan lagi dengan menggunakan alat penunjuk atau isyarat tangan).


Calon guru : Kesimpulan pelajaran kita pada hari ini adalah bahwa skala kebutuhan setiap orang atau setiap keluarga akan selalu berbeda. Akan tetapi kebutuhan mana yang didahulukan itu tidak berbeda, yaitu sama-sama mendahulukan kebutuhan primer. Misalnya menabung.


Calon guru : Nah Anak-anak, sekarang perhatikan semua ke sini, (Calon membentangkan Bagan dan menempelkan di Papan ). Di sini kalian lihat contoh penyusunan Anggaran sebuah rumah tangga, (selanjutnya Calon menjelaskan skala jenis kebutuhan rumah tangga tersebut dilengkapi dengan Pembiayaannya). Sebaiknya kamu menyalin contoh ini untuk membandingkan dengan kebutuhan Rumah Tangga dari masing-masing jenis mata Pencaharian.

Tidak ada komentar: