View My Stats

Sabtu, 30 Oktober 2010

SPESIFIKASI INDIKATOR DAN KATA KERJA OPERASIONAL------ PSPB.ARAB------

SPESIFIKASI INDIKATOR
DAN
KATA KERJA OPERASIONAL




*. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS.*



A. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Mengkaji SK dan KD mata pelajaran sebagaimana tercantum pada SI, dengan memperhatikan hal-hal berikut:
1. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI dalam tingkat;
2. keterkaitan antara SK dan KD dalam mata pelajaran;
3. keterkaitan antar KD pada mata pelajaran;
4. keterkaitan antara SK dan KD antar mata pelajaran.

B. Mengidentifikasi Materi Pembelajaran
Mengidentifikasi materi pembelajaran yang menunjang pencapaian KD dengan mempertimbangkan:
1. potensi peserta didik;
2. karakteristik mata pelajaran;
3. relevansi dengan karakteristik daerah;
4. tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial dan spritual peserta didik;
5. kebermanfaatan bagi peserta didik;
6. struktur keilmuan;
7. aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran;
8. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan; dan
9. alokasi waktu.

C. Melakukan Pemetaan Kompetensi
1. mengidentifikasi SK, KD dan materi pembelajaran
2. Mengelompokkan SK, KD dan materi pembelajaran
3. Menyusun SK, KD sesuai dengan keterkaitan

D. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian KD. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.





Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah:
1. Disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik (guru), agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
2. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai KD.
3. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
4. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik, yaitu kegiatan peserta didik dan materi.








E. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
Merumuskan Indikator Keberhasilan Belajar
(a)Indikator merupakan penjabaran dari kompetensi yang menunjukkan tanda-tanda, perbuatan atau respon yang dilakukan atau keterampilan mahasiswa.
(b)Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata kuliah, dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan dapat diamati. Indikator ini dapat dijadikan dasar untuk menyusun alat penilaian.





Indikator merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.





Indikator pencapaian kompetensi
Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.




Indikator Pencapaian Kompetensi; Adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilai an mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja opera sional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.




INDIKATOR

Indikator dikembangkan dari kompetensi dasar dengan memperhatikan materi dengan menggunakan kata kerja yarig operasional dengan tingkat berfikir yang menengahdan tinggi. Tiap kompetensi dasar dapat dijabarkan menjadi tiga atau febih indikator. Setiap indikator dapat dibuat tiga butir soal atau lebih. Pengembangan indikator dan penentuan soal penilaian dilakukan oleh sekolah, dalam hai ini adalah guru. Dengan demikian guru dituntut agar memiliki kemampuan untuk mengembangkan kompetensi dasar menjadi sejumlah indikator dan indikator menjadi sejumlah soal penilaian.
Indikator seperti yang dijelaskan di depan adalah gejala, perbuatan, atau respon siswa. Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan cakupan materinya sudah terbatas. Kata kerja operasional yang digunakan pdaa indikator diantaranya menghitung, menafsirkan, membandingkan, membedakan, merangkum, menyimpulkan, dan sejenisnya.



Indikator juga digunakan untuk mengembangakan instrumen nontes, seperti pengukuran minat, sikap, motivasi, dan sejenisnya. Misalnya kita ingin mengukur minat seseorang mempelajari bidang studi bahasa Inggris, makaterlebih dahulu didefinisikan secara operasional apa yang dimaksud dengan minat. Definisi ini selanjutnya diuraikan menjadi sejumlah indikator untuk menyatakan ciri-ciri orang berminat dan tidak berminat dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan. Misalnya ciri-ciri orang yang berminat adalah orang yang memiliki catatan pelajaran lengkap, selalu hadir di kelas, sering mengajukan pertanyaan, dansebagainya.




Soal penilaian yang digunakan harus diusahakan agar memberikan informasi yang sahih dan handal. Sahih berkaitan dnegan sampel bahan ajar yang diujikan, yaitu sejauhmana bahan penilaian mewakkili bahan ajar yang ada di dalam silabus. Hal tersebut dikarenakan terbatasnya waktu penilaian, kfiususnya untuk penilaian pertengahan semester dan aikhir semester. Andal berkaitan dengan kesalahan pengukuran yang sering dinyatakan dengan indeks kehandalan. Langkah pertama dalam menyiapkan soal penilaian adalah tujuan penilaian tersebut, kemudian ditentukan waktu dan bentuk soal.





Indikator merupakan:
1.ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar
2.penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
3.dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah.
4.rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
5.digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.






Untuk memperoleh gambaran yang lebih terukur pada pemberian nilai untuk setiap kompetensi, maka perlu ditetapkan kinerja setiap kompetensi. Kinerja kompetensi terlihat dalam bentuk indikator, sebagai terlihat pada contoh lampiran berikut:
- Komponen Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran, dan
- Wawasan Kependidikan :





- Sub Komponen Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran :
KOMPETENSI
INDIKATOR
1.Menyusun rencana pembelajaran
a.Mendeskripsikan tujuan pembelajaran
b.Menentukan materi sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan
c.Mengorganisasikan materi berdasarkan urutan dan kelompok
d.Mengalokasikan waktu
e.Menentukan metode pembelajaran yang sesuai
f.Merancang prosedur pembelajaran
g.Menentukan media pembelajaran/peralatan praktikum (dan bahan) yang akan digunakan
h.Menentukan sumber belajar yang sesuai (berupa buku, modul, program komputer dan sejenisnya)
i.Menentukan teknik penilaian yang sesuai

2. Melaksanakan Pembelajaran
a.Membuka pelajaran dengan metode yang sesuai
b.Menyajikan materi pelajaran secara sistematis
c.Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan
d.Mengatur kegiatan siswa di kelas
e.Menggunakan media pembelajaran/peralatan praktikum (dan bahan) yang telah ditentukan
f.Menggunakan sumber belajar yang telah dipilih (berupa buku, modul, program komputer dan sejenisnya)
g.Memotivasi siswa dengan berbagai cara yang positif
h.Melakukan interaksi dengan siswa menggunakan bahasa yang komunikatif
i.Memberikan pertanyaan dan umpan balik, untuk mengetahui dan memperkuat penerimaan siswa dalam proses pembelajaran
j.Menyimpulkan pembelajaran
k.Menggunakan waktu secara efektif dan efisien

3. Menilai prestasi belajar.
a.Menyusun soal/perangkat penilaian sesuai dengan indikator/kriteria unjuk kerja yang telah ditentukan
b.Melaksanakan penilaian
c.Memeriksa jawaban/memberikan skor tes hasil belajar berdasarkan indikator/kriteria unjuk kerja yang telah ditentukan
d.Menilai hasil belajar berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditentukan
e.Mengolah hasil penilaian
f.Menganalisis hasil penilaian (berdasarkan tingkat kesukaran, daya pembeda, validitas dan reliabilitas)
g.Menyimpulkan hasil penilaian secara jelas dan logis (misalnya : interpretasi kecenderungan hasil penilaian, tingkat pencapaian siswa dll)
h.Menyusun laporan hasil penilaian
i.Memperbaiki soal/perangkat penilaian

4. Melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik
a.Mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut hasil penilaian
b.Menyusun program tindak lanjut hasil penilaian
c.Melaksanakan tindak lanjut
d.Mengevaluasi hasil tindak lanjut hasil penilaian
e.Menganalisis hasil evaluasi program tindak lanjut hasil penilaian



- Sub Komponen Kompetensi Wawasan Kependidikan :
KOMPETENSI
INDIKATOR
1.Memahami landasan kependidikan
a.Menjelaskan tujuan dan hakekat pendidikan
b.Menjelaskan tujuan dan hakekat pembelajaran
c.Menjelaskan konsep dasar pengembangan kurikulum
d.Menjelaskan struktur kurikulum


2.Memahami kebijakan pendidikan
a.Menjelaskani visi, misi dan tujuan pendidikan nasional
b.Menjelaskan tujuan pendidikan tiap satuan pendidikan sesuai tempat bekerjanya
c.Menjelaskan sistem dan struktur standar kompetensi guru
d.Memanfaatkan standar kompetensi siswa
e.Menjelaskan konsep pengembangan pengelolaan pembelajaran yang diberlakukan (Misal : life skill, BBE/Broad Based Education, CC/Community College, CBET/Competency-Based Education and Training dan lain-lain).
f.Menjelaskan konsep pengembangan manajemen pendidikan yang diberlakukan (Misal : MBS /Manajemen Berbasis Sekolah, Dewan Pendidikan, Komite Sekolah dan lain-lain)
g.Menjelaskan konsep dan struktur kurikulum yang diberlakukan (Misal : Kurikulum berbasis kompetensi)


3.Memahami tingkat perkembangan siswa
a.Menjelaskan psikologi pendidikan yang mendasari perkembangan siswa
b.Menjelaskan tingkat-tingkat perkembangan mental siswa
c.Mengidentifikasi tingkat perkembangan siswa yang dididik


4.Memahami pendekatan pembelajaran yang sesuai materi pembelajarannya
a. Menjelaskan teori belajar yang sesuai materi pembelajarannya
b. Menjelaskan strategi dan pendekatan pembelajaran yang sesuai materi pembelajarannya
c. Menjelaskan metode pembelajaran yang sesuai materi pembelajarannya


5.Menerapkan kerja sama dalam pekerjaan
a.Menjelaskan arti dan fungsi kerjasama dalam pekerjaan
b.Menerapkan kerjasama dalam pekerjaan


6.Memanfaatkan kemajuan IPTEK dalam pendidikan
a.Menggunakan berbagai fungsi internet, terutama menggunakan e-mail dan mencari informasi
b.Menggunakan komputer terutama untuk word processor dan spread sheet (Contoh : Microsoft Word, Excel)
c.Menerapkan bahasa Inggris untuk memahami literatur asing/memperluas wawasan kependidikan.









Kata Kerja Operasional (KKO)
Kata Kerja Operasional (KKO) indikator dimulai dari tingkatan berpikir mudah ke sukar, sederhana ke kompleks, dekat ke jauh, dan dari konkret ke abstrak (bukan sebaliknya).



Kata kerja operasional pada KD benar-benar terwakili dan teruji akurasinya pada deskripsi yang ada di kata kerja operasional indikator.
Kompetensi dasar adalah rincian dari standar kompetensi, berisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang secara minimal harus dikuasai siswa.Untuk memproleh rincian tersebut perlu dilakukan analisis standar kompetensi. Untuk memperoleh rincian tersebut, perfu dilakukan analisis standar kompetensi. Caranya dengan mengajukan pertanyaan "kompetensi dan sub kompetensi apa yang harus dikuasai siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi?”



Cara mengurutkan kompetensi dasar dengan cara mengurutkan standar kompetensi, yaitu menggunakan pendekatan prosedural, pendekatan hierarkis, dari mudah ke sukar, dari konkret ke abstrak. Pendekatan spiral, pendekatan tematis, pendekatan terpadu (Integrated), terjala (webbed), sebagainya.


Pendekatan prosedural digunakan jika kompetensi dasar yang dipelajari bersifat prosedural seperti langkah-langkah mengerjakan tugas. Pendekatan hierarkis digunakan jika hubungan antara kompetensi dasar yang satu dengan kompetensi dasar yang lain bersifat prasyarat, dalam arti suatu kompetensi harus dipelajari dulu sebelum mempelajari kompetensi dasar berikutnya.


Contoh dari mudah ke sukar, misalnya: dari pengoperasian bilangan pecahan biasa ke berikutnya pengoperasian bilangan pecahan campuran. Dari konkret ke abstrak, misalnya dari mempelajari konsep konkret baru kemudian mempelajari konsep abstrak. Menurut pendekatan spiral, suatu materr pokok atau topik diberikan berulang-ulang, semakin luas dan semakin mendalam. Misalnya topik Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) diberikan pada beberapa tingkat kelas (kelas 1, kelas 2, kelas 3). Topik sama tetapi kedalaman dan keleluasaannya berbeda. Semakin'tinggi kelasnya semakin mendalam dan luas cakupan materi yang diajarkan.



Pendekatan terjala (webbed) merupakan salah satu bentuk pendekaran terpadu (integrated) atau tematis. Dalam menyajikan pembelajaran, topik dari beberapa mata pelajaran yang relevan disajikan secara terpadu atau terintegritasi dengan menggunakan suatu tema sebagai titik sentral. Misalnya kompetensi dasar yang diharapkan dikuasai siswa adalah "Memecahkan masalah sampan di Perkotaan". Bertolak dari permasalahan sampah, dibahas pula segi ekonomi, kependudukan, kesehatan, dan sebagainya.




F. Penentuan Jenis Penilaian
Penilaian pencapaian KD peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.




G. Menentukan Alokasi Waktu
Penentuan alokasi waktu pada setiap KD didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah KD, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan KD. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai KD yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.




H. Menentukan Sumber Belajar
Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, nara sumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya. Penulisan buku sumber harus sesuai kaidah yang berlaku dalam Bahasa Indonesia.
Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK dan KD serta materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.





I. Pengembangan Silabus
Untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran di kelas, dari sebuah silabus perlu dikembangkan dan dibuat rencana pelaksanaan pembelajaran. Rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan rancangan secara menyeluruh kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan peserta didik. dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan, dan strategi pembelajaran serta penilaian yang akan dilakukan oleh guru dalam proses pembekalan kompetensi peserta didik.
Guru dapat mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran dan menentukan bahan ajar dalam berbagai bentuk (Lembar Kerja Siswa, Lembar Tugas Siswa, Lembar Informasi, dan lain-lain), sesuai dengan strategi pembelajaran dan penilaian yang akan digunakan.









DAFTAR PUSTAKA

Adams, Anna R. (1999). Industry Standards Based Curricu lum. Australian National Training Authority.
Adams, Anna R. (1995). Competency Based Training. Di rectorate Vocational Education, IATVEP A Project.
Abdul Gafur (1986). Disain Instruksional: Langkah Sistematis Penyusunan Pola Dasar Kegiatan Belajar Mengajar. Sala: Tiga Serangkai.
Abdul Gafur (1987). Pengaruh Strategi Urutan Penyampaian, Umpan Balik, dan Keterampilan Intelektual Terhadap Hasil Belajar Konsep. Jakarta: PAU – UT.
Abdul Gafur, dkk. (1986). Definisi Teknologi Pendidikan. Jakarta: CV Rajawali.
Abdul Gafur (1985). Media Besar Media Kecil: Alat dan Teknologi Pengajaran. Semarang: IKIP Press.
Anglin Gary J. (1991). Instructional Technology: Past, Present, and Future. Colorado: Englewood Cliffs.
Bloom et al. (1956). Taxonomy of educational objectives: the classification of educational goals. New York: McKay.
Bratton, Barry. (1991). Professional Competencies and Certifcation in the Instructional Technology Field. Colo rado: Englewood Cliffs, Inco.
Center for Civics Education (1997). National Standard for Civics and Government. Calabasas CA: CEC Publ.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1992). Himpunan Peraturan Perundang-Undangan Republik Indonesia Bidang Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Sekjen Debdikbud.
Dick, W. & Carey L. (1978). The Systematic Design of In struction. Illinois: Scott & Co. Publication.
Direktorat Pendidikan Menengah Umum (2001). Kebijakan Pendidikan Menengah Umum. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum.
Edwards, H. Cliford, et.all (1988). Planning, Teaching, and Evaluating: A Competency Approach. Chicago: Nelson-Hall.
Gronlund, Norman E. (1984). Determining Accountability for Classroom Instruction. New York: Macmillan Publish ing Company.
Hall, Gene E & Jones, H.L. (1976). Competency-Based Edu cation: A process for the improvement of education. New Jersey: Englewood Cliffs, Inc.
Hall, William C. (1995). Course Planning. Adelaide: Advi sory Center for University, the University of Adelaide.
Hooper, R. (1975). The Curriculum. Edinburg: Oliver &Boyd: The Open University.
Joice, B, & Weil, M. (1980). Models of Teaching. New Jer sey: Englewood Cliffs, Publ.
Kemp, Jerold (1977). Instructional Design: A Plan for Unit and Curriculum Development. New Jersey: Sage Publi cation.
Kaufman, Roger A. (1992). Educational Systems Planning. New Jersey: Englewood Cliffs.
Marzano RJ & Kendal JS (1996). Designing standard-based districts, schools, and classrooms. Virginia: Association for Supervision and Curriculum Development.
McAshan, H.H. (1989). Competency-Based Education and Behavioral Objectives. New Jersey: Educational Tech nology Publications, Engelwood Cliffs.
Oneil Jr., Harold F. (1989). Procedures for Instructional Sys tems Development. New York: Academic Press.
Reigeluth, Charles M. (1987) Instructional Theories in Ac tion: Lessons Illustrating Selected Theories and Models. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates Publ.
Rosset, A. (1991). A Handbook of Job Aids. San Diego: Pfeiffer Publ.
Russell, James D. (1984). Modular Instruction: A Guide to Design, Selection, Utilization and Evaluation of Modular Materials. Minneapolis: Burgess Publishing Company.
Salim, Peter (1987). The Contemporary English Indonesian Dictionary. Jakarta: Modern English Press.

Tidak ada komentar: